The Future of Motor Racing

As Ernest Hemingway once seemingly said,

“There are only three sports: bullfighting, motor racing, and mountaineering; all the rest are merely games.”

Whether or not Ernest Hemingway really said that, there’s no question that motor racing, or motorsports is one of the most demanding sports in this world, not just games and not for the faint hearted. Today, it’s maybe play it’s part as an entertainment, but still, a sport, and not just a game and show.

termine2017.jpg

Will we still see this sight in the future? (image copyright from DTM)

Continue reading

Putting Rio Haryanto into context

image

Rio, racing driver terbaik dari yang pernah muncul di Indonesia.

Dia membawa demam F1 ke negara yang tidak pernah ada kultur motorsports, membuat banyak orang jadi kenal dan menonton F1. Di debutnya, dia gagal finis karena masalah mobil dan baru di race kedua dia baru finis di posisi 17. Dari 22 pembalap yang start, 17 finis, yang berarti dia finis terakhir. Bukan hasil buruk sebenarnya, hasil yang wajar dengan mobil Manornya. He’s fast, he’s smooth, consistent, dan learned a lot. Tapi kalau melihat kiprah teammate nya, Pascal Wehrlein yang mencuri perhatian dengan finish 15 dan bertarung dengan tim midfield, hasil Rio Haryanto bisa menjadi sedikit kabur dan banyak orang mempertanyakan kemampuannya.

Well, let put into context.

Continue reading

What to expect from Rio Haryanto involvement in F1 (F1 for dummies)

A2A5011.jpg

Rio Haryanto, Abu Dhabi post-season tesing (photo from F1Fanatic.co.uk)

(Sorry for English in title but using Indonesian in content)

(edited, menambahkan beberapa poin di quick guide)

Sebagai pembalap pertama Indonesia yang berkompetisi untuk F1, Rio Haryanto, secara langsung maupun tidak langsung turut mempopulerkan olahraga satu ini di tengah masyarakat Indonesia. Tiba-tiba banyak fans baru dan “ahli” baru dunia F1 ini muncul dari yang sebelumnya saya yakin tidak tahu ada tim selain Ferrari di F1 (atau mungkin tidak pernah tahu F1 itu apa). Well, exposure F1 ini akhirnya melejit di masyarakat Indonesia, yang menurut saya F1 masih jauh kalah populer dibanding MotoGP.

Continue reading