The Future of Motor Racing

As Ernest Hemingway once seemingly said,

“There are only three sports: bullfighting, motor racing, and mountaineering; all the rest are merely games.”

Whether or not Ernest Hemingway really said that, there’s no question that motor racing, or motorsports is one of the most demanding sports in this world, not just games and not for the faint hearted. Today, it’s maybe play it’s part as an entertainment, but still, a sport, and not just a game and show.

termine2017.jpg

Will we still see this sight in the future? (image copyright from DTM)

Continue reading

Sebuah Ide untuk UIX Car Hailing App

Pernah menjemput seseorang di bandara? Entah itu menjemput keluarga, pacar, sahabat, saudara, tamu, siapapun. Sering kan menemui penjemput-penjemput yang mengangkat kertas bertuliskan nama dengan ukuran besar untuk menarik perhatian orang yang ingin dijemputnya? Mereka biasanya menjemput orang yang belum dikenal (e.g. tamu), tidak tahu yang mana orangnya, atau sekedar untuk menarik perhatian orang yang ingin dijemput supaya mudah melihat kita.

Sebentar, apa hubungannya dengan ide desain antarmuka car hailing app? Bear with me, kita lanjutkan ya.

pexels-photo

waiting…

Saya sering menggunakan layanan car or motortaxi hailing app, macam Uber, Grab, Gojek. Secara overall, menggunakan aplikasi tersebut cenderung smooth dan walau beberapa masih memiliki masing-masing kekurangannya di segi product experience, so far saya cukup menikmati menggunakan app tersebut. Continue reading

Tentang Puasa

Orang bilang, terkadang pelajaran dari pengalaman itu lebih banyak bisa diresapi ketika kita mengalami hal serupa dan di waktu berbeda dengan selang waktu yang agak lama.  Entah ini adalah sebuah refleksi atas sebuah pengalaman atau hanyalah sebuah bualan rangkaian kata dari kepala yang sedang ingin menuangkan sedikit dari apa yang ada di dalamnya. Ini tentang puasa. More or less.

Sekali setahun, selama sebulan, semua umat muslim di dunia merayakan bulan suci dan melaksanakan kewajiban untuk menahan hawa nafsu dari subuh hingga magrib. Tahun lalu saya menjalani bulan puasa yang cukup panjang di musim panas Eropa, Inggris tepatnya. Setelah bertahun-tahun terbiasa puasa di suasana Indonesia dengan segala tradisi dan konsistensinya (baik dari segi kebiasaan, tradisi, waktu) menjalani sebulan penuh bulan puasa buat saya pribadi adalah pengalaman baru dan seru.

IMG_1420.JPG

Ketika Summer, bisa main bola dan terang seperti ini setelah jam 8pm

Well, seperti yang mungkin banyak sudah diketahui, musim panas di Eropa bisa sangat panjang dan juga panas, tergantung tempatnya. Di Inggris, hari bisa sudah terang jam 5 pagi dan gelap jam 9-10 malam. Itu berarti, waktu puasa bisa sampai 18-19 jam. Well untungnya, summer di Inggris adalah hari-hari hujan dengan udara lebih hangat dari biasanya, biasanya dengan angin kencang.

Anyway.

Melakukan sesuatu di tengah lingkungan asing yang tidak kenal dengan “budaya” puasa Ramadhan ini, di hari yang panjang, tentu adalah sebuah cerita tersendiri. Melakukan sahur, buka, dan segala ritual ibadah lainnya selama Ramadhan, tanpa ada suasana atau atmosfer puasa sama sekali dan sendiri di negeri yang asing, belajar mengakali waktu tidur, makanan yang dimakan, dan asupan air di waktu singkat, sebuah pengalaman berharga. Continue reading

Putting Rio Haryanto into context

image

Rio, racing driver terbaik dari yang pernah muncul di Indonesia.

Dia membawa demam F1 ke negara yang tidak pernah ada kultur motorsports, membuat banyak orang jadi kenal dan menonton F1. Di debutnya, dia gagal finis karena masalah mobil dan baru di race kedua dia baru finis di posisi 17. Dari 22 pembalap yang start, 17 finis, yang berarti dia finis terakhir. Bukan hasil buruk sebenarnya, hasil yang wajar dengan mobil Manornya. He’s fast, he’s smooth, consistent, dan learned a lot. Tapi kalau melihat kiprah teammate nya, Pascal Wehrlein yang mencuri perhatian dengan finish 15 dan bertarung dengan tim midfield, hasil Rio Haryanto bisa menjadi sedikit kabur dan banyak orang mempertanyakan kemampuannya.

Well, let put into context.

Continue reading

What to expect from Rio Haryanto involvement in F1 (F1 for dummies)

A2A5011.jpg

Rio Haryanto, Abu Dhabi post-season tesing (photo from F1Fanatic.co.uk)

(Sorry for English in title but using Indonesian in content)

(edited, menambahkan beberapa poin di quick guide)

Sebagai pembalap pertama Indonesia yang berkompetisi untuk F1, Rio Haryanto, secara langsung maupun tidak langsung turut mempopulerkan olahraga satu ini di tengah masyarakat Indonesia. Tiba-tiba banyak fans baru dan “ahli” baru dunia F1 ini muncul dari yang sebelumnya saya yakin tidak tahu ada tim selain Ferrari di F1 (atau mungkin tidak pernah tahu F1 itu apa). Well, exposure F1 ini akhirnya melejit di masyarakat Indonesia, yang menurut saya F1 masih jauh kalah populer dibanding MotoGP.

Continue reading

Things that I (still) don’t understand

A short post about things that I still can’t understand.

There is still some things that I can’t get to grasp or understand, whether it is simply because the difference of how to understand things or how things work, or it is because my own personal shortfall on how understanding things, or simply maybe I just need more experiences in life.

So, here’s the things:

  • People that just honking like crazy in traffic lights. Especially when that red lights just turn into green and that car (or bike) is still way behind and clearly there are cars (or) bikes ahead that logically need times to roll their wheels. Vehicles are not instantly accelerate like hell and gone as soon as after red light turn green. And what the honking other drivers supposed to do here? People are just mad crazy some times, especially in traffic. Well there are tons of weird things people done in traffic here. But the one up there I mentioned is still hard to understand for me.
  • A white and black uniform for new employee (or trainee by that means) to wear for a period of time. It’s looks like a way to distinguish a junior and senior worker in an institution, or it is indeed to differentiate a junior member in office society maybe? There are a lot of places to work here that employ this policy to new worker/employee. I can’t understand why the needs to distinguish a more senior worker with their junior counterpart. If they are the newbie, it’s the company and it’s more experienced worker task to make the juniors feel at home and starting to work well and help to bed in with the job quickly, not to make them feel inferior and less experienced. They are less experienced indeed, but to explicitly differentiate them?
  • Well IIRC it’s a thing started here as early as junior high school fresher days, up to until the freshers week in Uni. Freshers are instructed to wear differently with their more senior counterpart.
  • Throwing away garbage wherever they wanted to, except to the rubbish bin. Like, seriously?

That’s for now. Maybe I will write something more when I remember more things that I still can’t understand.