Sebuah Ide untuk UIX Car Hailing App

Pernah menjemput seseorang di bandara? Entah itu menjemput keluarga, pacar, sahabat, saudara, tamu, siapapun. Sering kan menemui penjemput-penjemput yang mengangkat kertas bertuliskan nama dengan ukuran besar untuk menarik perhatian orang yang ingin dijemputnya? Mereka biasanya menjemput orang yang belum dikenal (e.g. tamu), tidak tahu yang mana orangnya, atau sekedar untuk menarik perhatian orang yang ingin dijemput supaya mudah melihat kita.

Sebentar, apa hubungannya dengan ide desain antarmuka car hailing app? Bear with me, kita lanjutkan ya.

pexels-photo

waiting…

Saya sering menggunakan layanan car or motortaxi hailing app, macam Uber, Grab, Gojek. Secara overall, menggunakan aplikasi tersebut cenderung smooth dan walau beberapa masih memiliki masing-masing kekurangannya di segi product experience, so far saya cukup menikmati menggunakan app tersebut.

Namun ada sedikit ganjalan, atau gangguan, yang sering saya alami, atau mungkin kamu semua sering alami juga. Sering ngga sih, ketika sudah book driver dan menunggu, lalu driver tersebut datang, kita sering tidak mengetahui mana driver untuk kita, terlebih kalau kita order di tempat ramai dan banyak pengguna lain yang sedang menunggu driver-nya datang? Kita harus melewati sebuah proses yang kadang sedikit awkward, kadang angkat tangan dan dadah-dadah, eh yang ngerespon datang driver-nya ga cuma satu, tapi dua, karena keduanya juga lagi nyari pemesannya yang kebetulan di tempat dan waktu yang sama. Kadang menggunakan telepon bisa menyelesaikan masalah, kadang juga sering bikin tambah lama, karena harus mendeskripsikan posisi kita tepatnya dimana, baju warna apa, dsb.

Nah, yang paling awkward, itu ketika driver-nya datang dan teriak “yang namanya (Nama User) mana?, (nama user)! (nama user!) yang mau ke (nama tempat)!”. Nah lho awkward dan ngeselin abis. apalagi kalau disitu kebetulan ada dua nama pemesan yang sama.

Dari sisi driver, bayangkan sulitnya seorang driver yang akan menjemput penumpang ke mobil atau ojeknya menebak yang mana penumpang yang harus dia jemput. Terutama di tempat ramai, user yang order disitu banyak, harus menebak-nebak dan melalui berbagai proses untuk akhirnya saling bertemu dan  bisa melanjutkan perjalanan.

Juga ada cerita, langsung dari driver, dia cerita kalau dia pernah ngangkut penumpang yang hampir salah. Jadi ceritanya, dia datang ke lokasi, lalu nanya ke salah satu orang yang ada disitu, menanyakan nama si mbak yang memesan. Mungkin ada miskomunikasi atau penumpangnya ga fokus, si penumpang ini langsung bilang iya dan mulai mengangkat-angkat barang ke mobil, beruntung, si driver tanya lagi, kali ini menanyakan tujuan, penumpangnya kaget, karena bukan tujuan dia, eh ternyata memang penumpangnya yang salah. Ga seru kan kalau udah jalan ternyata salah gitu. Kebetulan disitu mungkin yang order car hailing itu ga cuma satu. Jadi ada kemungkinan penumpang salah masuk mobil atau driver salah angkut penumpang, apalagi motor, yang jumlahnya banyak, ditambah salah satu app paling populer tidak memiliki informasi nomor polisi kendaraan bermotor yang akan kita naiki.

Dari situ sebenarnya sebuah produk bisa ditingkatkan dengan sebuah disain sederhana, dimana ketika driver sudah memasuki area penjemputan, di layar ponsel pengguna selain memberi notifikasi bahwa driver sudah sampai, kita bisa membantu sang penjemput (driver) untuk lebih mudah menemukan kita. Jadi ketika kita menunggu mobil atau ojeknya, tidak perlu tanya satu-satu ke driver yang datang, atau drivernya kelewatan berhenti, atau apapun alasannya, susah bertemu dan ada momen-momen awkward seperti salah orang.

I come up with a simple drawing for interface. Mencoba mevisualkan apa yang ada di kepala saya, terinspirasi dari momen penjemputan di bandara, menarik perhatian orang yang mencari kita dan yang kita cari. Mempertemukan jodoh, eh uhm, driver dan user dengan lebih mudah dan cepat (hipotesisnya sih). Saya belum mencoba mengetes ini ke user langsung atau mencari feedback langsung dari prototype tampilan saya ini seperti seharusnya selayaknya proses desain antarmuka dan pengalaman pengguna, blah, user interface and experience.

 

Lalu ketika di-klik, tampilah tampilan katakanlah seperti:

animated1

Nama yang dipampang adalah nama driver, dengan asumsi dan hipotesis bahwa orang lebih mudah mengenali namanya dia sendiri di tengah kerumunan karena lebih familiar. Supaya lebih seru dan mengakomodasi user yang banyak, contohnya bagaimana kalau yang di tempat tersebut ada banyak pemesan? Bisa dengan menggunakan approach tiap pemesan mendapat warna yang berbeda dan di sisi driver, ada informasi mengenai user tersebut mendapatkan warna apa.

Artboard 4

Well, mungkin saja pasti ada kondisi-kondisi yang belum sepenuhnya saya pertimbangkan atau saya lewatkan. Tapi serunya desain sebuah produk ya disitu kan? Mungkin kamu bisa menambahkan ide atau memberikan feedback dan berdiskusi mengenai hal ini.

Cheers!

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s