Road Trip Scotland (3)

A long overdue post…

Lagi ramai perbincangan tentang Brexit. Well, sepertinya momen tepat untuk mengingat sebuah perjalanan mengarungi daratan Britania. Setahun berlalu dan masih punya utang nulis tentang road trip Scotland yang seru. Bahkan lebih dari satu tahun! Good thing I have a good memory.

Or not. Untung ada draft yang masih belum di-publish, walaupun hanya sekedar kerangka tulisan saja. Masih butuh menggali ingatan perjalanan seru waktu itu. Sebuah hal yang teringat jelas adalah sebuah kenikmatan luar biasa untuk menjelajah jalanan Highland dengan mobil yang asik bersama teman yang seru di tengah keajaiban cuaca cerah (lucky us!) di utara Britania. Ah dan tidak terhindarkan juga ingatan ikatan emosi (baper (?) I don’t really understand that word) ketika melakukan perjalanan tersebut yang teringat bahwa perjalanan tersebut sekaligus sebuah pelarian dari sebuah pergulatan batin (galau (?)) yang dirasakan. Good thing I have done the trip with fun people!

Outpost kita terakhir sebelum melanjutkan perjalanan adalah Fort Williams, yang ada di kaki gunung Ben Nevis, kita menghabiskan dua malam disini. Sebuah penginapan nyaman dengan fasilitas lengkap dengan harga terjangkau (wifi included yay!). Pagi hari, kita berangkat menuju Glencoe, dan Glen Etive dan mencari tempat syuting pengambilan gambar film Skyfall, karena tempatnya agak tidak jelas (titiknya dimana) jadi yang jadi patokan adalah Glencoe di Google Maps sekaligus koordinat yang ditemukan di sebuah website random yang membahas tentang tempat syuting film terkenal di Skotlandia. Jaraknya surprisingly tidak jauh dari Fort Williams, jadi cukuplah berangkat pagi tapi tidak pagi-pagi ekstrim.

ruteroadtrip.JPG

Rute hari kesekian (lupa)

Dalam satu hari ini kita menargetkan akan melakukan trip hingga Aberdeen melalui Fort Augustus dan Inverness. Seperti dijelaskan di post sebelum dan sebelumnya yang emphasize dari road trip ini adalah road trip dan perjalanannya, tidak banyak rencana tempat yang ingin kita singgahi kecuali menemukan tempat menarik sepanjang jalan. Memanfaatkan hari yang panjang, perjalanan ini akan banyak dibawah sinar matahari.

Kita berhenti di sebuah penginapan di pinggir jalan yang agak masuk dari jalan raya, parkir dan memutuskan untuk berjalan kaki mencari tempat yang dimaksud. Tempat yang diinginkan adalah sebuah cottage yang menjadi tempat bersembunyi Bond dan M. Namun, ketika diselidiki lebih lanjut, ternyata cottage tersebut murni fiksi dan hanyalah sebuah CGI (bummer!). Jadilah kita hanya jalan-jalan saja di sekitar hotel tersebut. Menikmati cuaca cerah dan Rusa yang bebas berkeliaran. Karena asik memotret, saya terpisah dari teman-teman yang memotret di tempat lain. Jadipun saya mencoba berinteraksi dengan penduduk setempat, ceritanya kan travellers nih, jadi ya interact with locals dong ya. Saya nanya mengenai Skyfall, Glen Etive, tempat syuting, dan sumpah, bahkan setelah hampir setahun saya tinggal di UK, saya tidak paham apa yang mereka jawab! I swear it’s English, tapi English yang aksennya sangat berat akses utaranya, unik dan khas, tapi kuping saya yang terlatih dengan aksen selatan berjuang keras memahaminya. Tapi, keramahannya tetap juara, mereka memastikan apakah saya paham dan dengan bercanda jangan kaget kalau susah paham, nebak saya dari selatan dan pokoknya saya dapat insight tentang tempat lain yang bagus.

Anyway, memang tempatnya bagus, apalagi cerah. Bahkan Skyfall pun memutuskan untuk menunjukkan cuaca muram dan hujan, sementara kita berempat menikmati cuaca cerah dengan langit biru tanpa gerimis sedikitpun. Jadilah foto-foto di tempat yang kita yakini adalah tempat syuting Skyfall juga.

82.jpg

cool, huh?

83.jpg

I love this view

92.jpg

Scotland and Clear Weather, you need some Irish luck for it!

That’s Glencoe.

Dari Glencoe kita lanjut perjalanan ke Fort Augustus, tempat terbaik untuk mengunjungi Loch Ness yang legendaris! Tapi lagi-lagi, kita memang fokus di road trip-nya jadi sepanjang jalan yang kita nikmati adalah perjalanannya dan mampir secara random di tempat yang bagus. Atau ya menikmati indahnya pemandangan Highland Scotland. Hingga sampailah di Fort Augustus!

93

94

My kind of postcard photo

Fort Augustus (Cille Chuimein) atau juga dikenal sebagai gateway to Loch Ness, adalah sebuah kota kecil di pinggiran Loch Ness dan menjadi tujuan wisata utama untuk menikmati Loch Ness. A legendary name for a damn lake. It is beautiful though. Kalau tertarik, bisa stay disini dan ambil tur Loch Ness -yang tidak kita lakukan, because, money is tight, m8!– kalau beruntung mungkin bisa menemukan monster yang tidak pernah ditemukan itu.

Perjalanan yang panjang tidak terasa karena sepanjang hari yang cerah dan indah dan jalanan yang sempit tapi menyenangkan. Sambil menuju Inverness, kita mampir sejenak di Urquhart castle, yang lagi-lagi, karena kita budget travellers, cuma foto dari luar saja karena cukup mahal untuk masuk ke castle di UK ini.Informasinya, reruntuhan castle ini peninggalan dari jaman pertengahan lalu abad ke 13 dan abad ke 16. Tua!

95.jpg

You can enjoy the view of Loch Ness.

Di Inverness, akhirnya kita menemukan sebuah kota cukup besar setelah beberapa hari. Kota terbesar di Highland ini memang seperti kota pada umumnya. Well setelah beristiharat dan makan siang, perjalanan menuju Aberdeen pun dilanjutkan. Berencana untuk mampir Fort George yang terkenal itu, tapi sudah terlalu sore dan Fort-nya sudah ditutup. Sayang sekali. Akhirnya kita mampir mencari kedamaian di kota kecil bernama Findhorn. Kota pantai, kota nelayan sepertinya. Untuk pertama kalinya disini merasakan angin laut Utara yang kencang dan dingin. Menusuk.

Karena hari mulai senja, rencana mengitara jalan pantai utara menuju Aberdeen dibatalkan dan memilih jalan tercepat menuju kota minyak ini. And thanks to our beloved friend Dipe and his crew, kita bisa tidur dengan nyaman dibawah atap dan ruangan yang hangat.

Ketika melakukan perjalanan yang cukup panjang di negeri UK ini, memang ada beberapa hal yang kita korbankan, salah satunya adalah makanan! Sebisa mungkin memang kita membeli bahan mentah lalu dimasak sebelum berangkat, namun terkadang jajan menjadi pilihan satu-satunya, karena kita sering salah takar dengan kemampuan makan kita sendiri. Bekal habis sebelum waktunya. Jadilah kita fed up dengan fish n chips atau sandwich dingin. Fish n chips memang harum menggoda, namun rasanya luar biasa hambar. English foods ftw! Sebenarnya pilihan makanan tradisional banyak di UK, diantaranya Haggis, Black Puddin’ atau roasted lambs etc. Namun perjalanan dengan berbagai keterbatasan membatasi kita harus sering menikmati fish n chips sampai bosan. Bahkan kebab pun jarang ditemukan di utara.

Oh man I miss kebab. Proper doner kebab.

Oh, setelah beberapa hari road trip. Untuk membunuh kebosanan di jalan, kita come up dengan beberapa games termasuk diantaranya adalah menelepon teman kita secara random dan menanyakan hal yang kita jadikan tebak-tebakan satu sama lain! It is fun! Dan kita akhirnya figured out hubungan antara posisi dan peranan masing-masing anggota perjalanan sesuai tempat duduknya.

Basically this:

roadtriprules.png

Explains well enough.

Dari Aberdeen masih ada trip istimewa dan cerita lain. Next post, lads, next post.

Sembari menunggu, nikmati saja kumpulan video perjalanan ini:

Till then.

 

Advertisements

2 thoughts on “Road Trip Scotland (3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s