The Beauty of Nusa Penida (and Bali!)

First and foremost, to all people out there that possesses a quite bad geographical and general knowledge, Bali is part of Indonesia. And Nusa Penida is part of Bali province.

Literally, Nusa means island, small island to be more precise. Nusa Penida literally means Penida island. Is a paradise located south of Bali Island, a beautiful island with little exposure to tourist. The island can be reached by speedboat trip from Sanur Beach of Bali for a mere cost of IDR 75K one way and it’s a around 40-60 minutes long.

To be precise, before I took trip to Nusa Penida, I spend a day in Bali to explore around Ubud and Batur, which I (with my friends) rented a car and drives around the town in a cloudy and drizzly weather. Oh, and we visited a Desa Adat (Culture Village) of Penglipuran. Because of the Galungan holiday, which is a big cultural/religious holiday, there are a lot of beautiful decoration along the way and in the village, called “panjor”.

bali2.jpg

Penglipuran Village

Okay ehm, so, Nusa Penida.

As Nusa Penida is an island, we need to swim accross the strait to get to the island. Luckily, there’s a boat service daily from Bali to Nusa Penida. So, instead of getting wet, let’s just take a speedboat to get to the island.

We took the earliest speedboat from Sanur and go straight to the our Bungalows we already booked to put our stuffs and getting ready to explore this island. The place we stayed on is a very recommended one with friendly staffs and very good facilites, and cozy bed in a very affordable price, and you can rent a lot of stuffs here for your exploration of the island. The best way to explore and getting from one point to another in this island is by rent a scooter, or if you feel you are a skilled driver, you can rent a car and drive it by yourself, but you can hire a driver and car as well. The terrain is quite challenging, with a lot of steep elevation road and  This island is a tropical paradise!

We only stayed one night in this island, which is too short for a trip to explore the island, but we managed to visit a lot of place. On day one, we managed to visit Crystal Bay Beach (-8.715499, 115.459620), Pasih Uug or literally Broken Bay Beach (-8.7325393,115.451461), and Angel’s Billabong. Unfortunately, the weather is a bit too cloudy and damp with a wind blowing a bit harder than a gentle breeze, so I abandon the plan to snorkeling at Crystal Bay Beach and only enjoying the beach until the sky is clear and enjoy more before we moved to Pasih Uug.

nusped4.jpg

Crystal Bay

The road to Pasih Uug is a bit challenging (if you can call it a “road”) especially if you are not too skilled in a scooter and the rain just poured down few moments before. So take a careful approach when getting here, but the view will be really worth the trip!

nusped1.jpg

Broken Bay

 

The Future of Motor Racing

As Ernest Hemingway once seemingly said,

“There are only three sports: bullfighting, motor racing, and mountaineering; all the rest are merely games.”

Whether or not Ernest Hemingway really said that, there’s no question that motor racing, or motorsports is one of the most demanding sports in this world, not just games and not for the faint hearted. Today, it’s maybe play it’s part as an entertainment, but still, a sport, and not just a game and show.

termine2017.jpg

Will we still see this sight in the future? (image copyright from DTM)

Continue reading

A Trip to Pahawang Island

It’s been a while since I write something in this blog especially a travel related one. Well, now it’s time for one.

Pahawang Island

Pahawang Island. That’s the name of the place, it is located administratively in Lampung Province, Indonesia. It’s on a bay of Lampung, southern part of Sumatera Island. On the google map, I checked it’s name Bay of Ratai, I’m not sure if this accurate but well, there’s the island.

Continue reading

Sebuah Ide untuk UIX Car Hailing App

Pernah menjemput seseorang di bandara? Entah itu menjemput keluarga, pacar, sahabat, saudara, tamu, siapapun. Sering kan menemui penjemput-penjemput yang mengangkat kertas bertuliskan nama dengan ukuran besar untuk menarik perhatian orang yang ingin dijemputnya? Mereka biasanya menjemput orang yang belum dikenal (e.g. tamu), tidak tahu yang mana orangnya, atau sekedar untuk menarik perhatian orang yang ingin dijemput supaya mudah melihat kita.

Sebentar, apa hubungannya dengan ide desain antarmuka car hailing app? Bear with me, kita lanjutkan ya.

pexels-photo

waiting…

Saya sering menggunakan layanan car or motortaxi hailing app, macam Uber, Grab, Gojek. Secara overall, menggunakan aplikasi tersebut cenderung smooth dan walau beberapa masih memiliki masing-masing kekurangannya di segi product experience, so far saya cukup menikmati menggunakan app tersebut. Continue reading

Road Trip Scotland (3)

A long overdue post…

Lagi ramai perbincangan tentang Brexit. Well, sepertinya momen tepat untuk mengingat sebuah perjalanan mengarungi daratan Britania. Setahun berlalu dan masih punya utang nulis tentang road trip Scotland yang seru. Bahkan lebih dari satu tahun! Good thing I have a good memory.

Or not. Untung ada draft yang masih belum di-publish, walaupun hanya sekedar kerangka tulisan saja. Masih butuh menggali ingatan perjalanan seru waktu itu. Sebuah hal yang teringat jelas adalah sebuah kenikmatan luar biasa untuk menjelajah jalanan Highland dengan mobil yang asik bersama teman yang seru di tengah keajaiban cuaca cerah (lucky us!) di utara Britania. Ah dan tidak terhindarkan juga ingatan ikatan emosi (baper (?) I don’t really understand that word) ketika melakukan perjalanan tersebut yang teringat bahwa perjalanan tersebut sekaligus sebuah pelarian dari sebuah pergulatan batin (galau (?)) yang dirasakan. Good thing I have done the trip with fun people! Continue reading

Tentang Puasa

Orang bilang, terkadang pelajaran dari pengalaman itu lebih banyak bisa diresapi ketika kita mengalami hal serupa dan di waktu berbeda dengan selang waktu yang agak lama.  Entah ini adalah sebuah refleksi atas sebuah pengalaman atau hanyalah sebuah bualan rangkaian kata dari kepala yang sedang ingin menuangkan sedikit dari apa yang ada di dalamnya. Ini tentang puasa. More or less.

Sekali setahun, selama sebulan, semua umat muslim di dunia merayakan bulan suci dan melaksanakan kewajiban untuk menahan hawa nafsu dari subuh hingga magrib. Tahun lalu saya menjalani bulan puasa yang cukup panjang di musim panas Eropa, Inggris tepatnya. Setelah bertahun-tahun terbiasa puasa di suasana Indonesia dengan segala tradisi dan konsistensinya (baik dari segi kebiasaan, tradisi, waktu) menjalani sebulan penuh bulan puasa buat saya pribadi adalah pengalaman baru dan seru.

IMG_1420.JPG

Ketika Summer, bisa main bola dan terang seperti ini setelah jam 8pm

Well, seperti yang mungkin banyak sudah diketahui, musim panas di Eropa bisa sangat panjang dan juga panas, tergantung tempatnya. Di Inggris, hari bisa sudah terang jam 5 pagi dan gelap jam 9-10 malam. Itu berarti, waktu puasa bisa sampai 18-19 jam. Well untungnya, summer di Inggris adalah hari-hari hujan dengan udara lebih hangat dari biasanya, biasanya dengan angin kencang.

Anyway.

Melakukan sesuatu di tengah lingkungan asing yang tidak kenal dengan “budaya” puasa Ramadhan ini, di hari yang panjang, tentu adalah sebuah cerita tersendiri. Melakukan sahur, buka, dan segala ritual ibadah lainnya selama Ramadhan, tanpa ada suasana atau atmosfer puasa sama sekali dan sendiri di negeri yang asing, belajar mengakali waktu tidur, makanan yang dimakan, dan asupan air di waktu singkat, sebuah pengalaman berharga. Continue reading

Putting Rio Haryanto into context

image

Rio, racing driver terbaik dari yang pernah muncul di Indonesia.

Dia membawa demam F1 ke negara yang tidak pernah ada kultur motorsports, membuat banyak orang jadi kenal dan menonton F1. Di debutnya, dia gagal finis karena masalah mobil dan baru di race kedua dia baru finis di posisi 17. Dari 22 pembalap yang start, 17 finis, yang berarti dia finis terakhir. Bukan hasil buruk sebenarnya, hasil yang wajar dengan mobil Manornya. He’s fast, he’s smooth, consistent, dan learned a lot. Tapi kalau melihat kiprah teammate nya, Pascal Wehrlein yang mencuri perhatian dengan finish 15 dan bertarung dengan tim midfield, hasil Rio Haryanto bisa menjadi sedikit kabur dan banyak orang mempertanyakan kemampuannya.

Well, let put into context.

Continue reading